Adakah di antara teman-teman yang hingga saat ini susah minum obat? Misalnya nih harus memakai perantara roti, pisang, atau bahkan harus dihaluskan dulu hingga menjadi butiran halus seperti debu? 🤭 Jika ada, teman-teman jangan kaget, kalau salah satu dari orang dalam kondisi tersebut adalah saya. Yes, minum obat bagi saya adalah sesuatu yang sangat menyusahkan. Padahal saya sudah melakukan berbagai cara yang disarankan orang lain, seperti obatnya didorong pakai buah pisang, atau dimasukkan dalam roti atau nasi dan langsung telan. Tetapi apa yang terjadi teman-teman? Usaha saya tersebut benar-benar gagal total. Entah roti atau pisangnya yang keburu masuk ke badan, tapi si obat masih nyangkut di pangkal lidah, sehingga saya pun meringis karena merasakan pahit yang luar biasa.
Alhasil setiap kali minum obat saya selalu mencari perkakas untuk menghaluskannya seperti palu atau uleg-uleg. Bahkan dulu ada kejadian lucu sewaktu saya dirawat di rumah sakit. Saya meminta bantuan suster untuk menghaluskan obat padahal ukurannya sangat kecil, sampai-sampai suster heran, karena sudah setua ini saya ribet sekali minum obat. Teringat pula kejadian semasa hamil, dimana saya harus meminum obat atau vitamin dalam jumlah banyak, dengan tekstur yang keras alias sulit untuk dihaluskan. Jadilah teman-teman sekantor dulu ikut sibuk menghancurkan obat dengan berbagai alat yang ada, ketika tiba waktunya saya meminumnya. Duh, jika teringat hal itu saya jadi menyusahkan banyak orang hanya karena beberapa butir obat.
Saat ini ketika kondisi kesehatan yang kurang baik, lagi-lagi saya harus mengonsumsi obat dalam jumlah banyak dengan berbagai bentuk. Drama minum obat pun kembali terjadi. Suatu malam tiba waktunya saya minum obat dan seketika itu saya kesal sekali. Bayangkan saja. Sudah obatnya banyak sekali jenisnya, bentuknya kecil-kecil, harus saya haluskan dulu, eh ketika mau saya haluskan obat-obat itu jatuh menggelinding di lantai dan hilang entah kemana. Saking kesalnya saya memasang status kekesalan saya di media sosial dan beberapa teman menertawakannya😁. Ya, begitulah. Pada akhirnya drama susah minum obat itu nyata adanya. Tak hanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga bisa terjadi pada orang seusia saya.😁
Faktor Penyebab Mengapa Orang Dewasa Sulit Minum Obat
Ada beberapa alasan mengapa seseorang sulit minum obat seperti :
Faktor Psikologis
Ada beberapa faktor psikologis yang menjadikan seseorang sulit minum obat. Bisa jadi trauma di masa kecil yang pernah minum terlalu banyak jenis obat, atau pernah merasakan rasa pahit dari obat itu sendiri. Mungkin ada juga yang merasa bahwa kesehatannya baik-baik saja, atau nanti akan sembuh sendiri tanpa obat, sehingga merasa tidak perlu mengonsumsinya. Seperti saya nih yang merasa trauma minum obat karena merasa ada yang terluka di bagian tenggorokan, sehingga saya takut sekali jika tidak dihaluskan atau masih dalam bentuk yang besar. Kadang saya juga merasa kalau kondisi badan saya baik-baik saja, sehingga tidak membutuhkan obat.
Faktor Obat Itu Sendiri
Bentuk obat yang sangat besar dengan tekstur yang keras, terkadang membuat beberapa orang susah sekali untuk menelannya. Bahkan dengan perantara makanan lain seperti roti, nasi atau buah. Termasuk rasa pahit dari obat itu sendiri menjadikan seseorang malas untuk meminumnya. Ada pula yang merasa takut akan efek samping obat, dikarenakan dokter yang kurang memberikan informasi yang jelas. Alhasil ada yang pada akhirnya sulit atau bahkan sudah tidak mau minum obat lagi dan memilih berpikir bahwa kondisi badannya baik-baik saja tanpa obat.
Akibat Ketika Terus Menerus Gagal Minum Obat
Lantas, apa jadinya ketika seseorang sulit dan akhirnya memutuskan tidak minum obat lagi?
Penyakit Lebih Sulit Disembuhkan
Akibat pertama jelas, penyakit yang diderita semakin sulit disembuhkan. Terutama untuk penyakit-penyakit berisiko tinggi seperti hipertensi, jantung, diabetes, kanker dan sejenisnya yang penyembuhannya memang tidak bisa lepas dari obat. Bahkan akibat yang timbul akan semakin lebih parah ketika memutuskan untuk berhenti meminumnya.
Efektivitas Obat menjadi Berkurang
Ketika berkali-kali gagal minum obat, maka efektivitasnya pun menjadi semakin berkurang. Obat yang biasanya cepat meminimalisir rasa sakit, maka kini bisa jadi membutuhkan waktu lama dalam prosesnya. Tubuh semakin kurang fit dan sulit beraktivitas.
Timbulnya Penyakit Komplikasi
Risiko inilah yang paling berbahaya. Saat terkena penyakit dan menolak untuk minum obat maka lama kelamaan tubuh akan terkena penyakit komplikasi yang jauh lebih parah daripada sebelumnya. Terlebih untuk obat antibiotik yang dosisnya akan semakin meningkat di pengobatan berikutnya, ketika kita tak menghabiskannya saat pengobatan sebelumnya.
Cara Efektif Minum Obat Tanpa Drama
Bagi yang susah minum obat seperti saya, berikut ada beberapa cara mudah minum obat yang bisa dicoba yaitu :
Memakai Perantara
Jika sulit menelan obat langsung dengan air, maka bisa menggunakan perantara makanan atau minuman lain yang aman seperti roti atau buah pisang. Dan konon trik ini berhasil dilakukan oleh beberapa orang.
Mencari Ilmu tentang Teknik Menelan Obat
Beberapa waktu lalu saya sempat menonton acara kesehatan di televisi yang kebetulan membahas tentang cara mudah menelan obat. Caranya tetap menggunakan media air, hanya saja saat menelan obat, posisi kepala sebaiknya menunduk demi memudahkan obat tersebut masuk dalam tubuh. Cara ini lebih efektif dibandingkan dengan cara menengadahkan kepala seperti sebagian besar orang melakukannya. Dan memang terbukti saya berhasil melakukannya meskipun untuk obat yang berukuran kecil.🤭
Menghaluskan Obat
Cara lain bisa dengan menghancurkannya sampai halus seperti bubuk agar mudah ditelan. Untuk mengurangi rasa pahit, obat bisa dicampur dengan madu, sehingga minum obat karena alasan bentuk dan rasa tidak lagi menjadi drama berkepanjangan. 😁 Tetapi alangkah baiknya jika cara ini tetap dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
Meminta Alternatif Obat dalam Bentuk Lain
Jika memungkinkan, meminta alternatif obat pada dokter dalam bentuk lain bisa dilakukan, misalnya menggantinya dalam bentuk sirup, kapsul yang mudah dibuka dan dikeluarkan isinya atau tablet kunyah. Memang bisa jadi ini lebih merepotkan, tetapi cara ini jauh lebih baik daripada akhirnya menyerah untuk minum obat.
Membuat Jadwal, Affirmasi Diri dan Apresiasi Keberhasilan
Ada baiknya membuat jadwal minum obat, demi mendisiplinkan diri dalam memelihara kesehatan. Tak hanya membuatnya, tapi juga upayakan untuk mematuhinya. Saat masih merasa takut untuk melakukannya, maka affirmasi diri bahwa minum obat itu mudah dan bisa dilakukan siapa saja termasuk diri sendiri. Saat berhasil bolehlah sedikit memberikan apresiasi pada diri demi lebih semangat lagi dalam menjaga kesehatan.
Terkadang saya berpikir benar-benar sulit dipercaya. Siapa sangka drama sulit minum obat tak hanya dialami oleh anak kecil, tetapi juga bisa menimpa orang dewasa seusia saya. Malu? Jelas saya malu banget.😁 Jika dulu sewaktu kecil sering kejar-kejaran dengan ibu, atau sembunyi demi menghindari obat, tetapi sekarang mencari perkakas penghancur demi memudahkan obat masuk dalam tubuh.
Tetapi seiring berjalannya waktu saya pelan-pelan belajar melakukannya. Alhamdulillah saat ini saya sudah bisa menelan obat tanpa drama, meskipun baru yang berukuran kecil. Semoga suatu saat saya bisa minum semua obat yang diberikan dokter tanpa ada drama lagi, sehingga saya tidak bikin repot diri sendiri dan juga orang lain.
Lantas, bagaimana dengan teman-teman? Adakah yang punya pengalaman drama minum obat seperti saya? Yuk, bagikan di kolom komentar ya.🙂



0 Komentar